Senin, 05 November 2012

Jalan Khusus Angkutan Batu Bara Siap Digunakan

Metrotvnews.com, Palembang:Jalan khusus angkutan batu bara di Sumatra Selatan siap digunakan. Jalur sepanjang 116 kilometer tersebut telah selesai dibangun.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Robert Heri di Palembang, Senin (5/11), mengatakan dalam waktu dekat ini jalan khusus tersebut akan diresmikan selanjutnya bisa dilalui truk khusus angkutan batu bara.

"Mulai Januari 2013 semua angkutan batu bara dilarang melalui jalan umum, karena telah tersedia jalan khusus untuk angkutan salah satu komoditas andalan ekspor nonmigas Sumsel itu," katanya.

Jalan khusus batu bara tersebut akan melalui Lahat menuju dermaga Lematang, Kabupaten Muaraenim yang akan melewati beberapa perlintasan. Namun, kata dia, jalur tersebut juga akan diberlakukan pembatasan beban angkutan untuk menjaga kualitas jalan supaya tidak cepat rusak.

"Mengenai pengaturan beban angkutan sendiri, diserahkan kepada pihak perusahaan yang membangun," kata dia.

Menurut dia, di sepanjang jalan tersebut juga disiapkan pos penjagaan untuk mengontrol angkutan batu bara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumsel, Sarimuda, mengatakan berdasarkan hasil tinjauan pihaknya ke lokasi beberapa waktu yang lalu memang secara umum jalan tersebut telah selesai, tetapi ada beberapa titik dalam tahap pengerasan.

Pihaknya memastikan jalur khusus yang dibangun itu tidak akan mempengaruhi jadwal pengoperasiannya.

"Saat ini memang masih ada pekerjaan ringan, tetapi rencana sampai akhir tahun 2012 selesai," ujar dia.(Ant/DNI) 

Jurusan Teknik dan Bisnis di Eropa Paling Diminati

Penulis : Riana Afifah | Senin, 5 November 2012 | 08:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan di Eropa masih menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa yang berada di Indonesia. Hal ini terbukti dengan jumlah mahasiswa yang diberangkatkan ke Eropa terus bertambah selama empat tahun terakhir ini baik untuk mengejar gelar sarjana maupun gelar master.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Julian Wilson mengatakan bahwa jurusan teknik di Eropa mendapat animo paling tinggi dari mahasiswa Indonesia. Selanjutnya, jurusan yang juga diminati adalah jurusan bisnis dan manajemen.

"Untuk yang pertama masih jurusan teknik paling diminati. Kemudian kedua adalah jurusan bisnis. Alasannya, peluang kerja dari dua jurusan ini cukup besar," kata Julian di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Sabtu (3/11/2012).

Ia mengatakan dua jurusan tersebut laku ditawarkan di Indonesia karena universitas-universitas di Eropa tidak hanya mengajarkan teori di dalam kelas saja. Namun juga dibuka pelatihan langsung dan kesempatan magan sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikannyaa langsung.

"Untuk jurusan bisnis misalnya, kesempatan magang di perusahaan-perusahaan yang ada terbuka lebar untuk mengasah kemampuan," jelas Julian.

Selain kedua jurusan tersebut, jurusan bahasa dan budaya juga mendapat tempat tersendiri bagi mahasiswa Indonesia. Pasalnya, negara-negara di Eropa memang merupakan tempat yang sesuai untuk memperdalam masalah kebudayaan dan bahasa.

Dalam kesempatan ini, ia juga menuturkan bahwa pendidikan tinggi di Eropa terkenal dengan standar akademis berkualitas tinggi. Tidak hanya itu, banyak program gelar internasional dengan berbagai fasilitas pendidikan yang memadai dan biaya pendidikan yang murah ditawarkan di Eropa.

"Untuk itu, jangan ragu untuk mendaftar dan mencari informasi sebanyak-banyaknya karena membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia," tandasnya.

Tak hanya dapat ilmu
Dibandingkan dengan benua lain, Eropa memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa maupun mahasiswa asing. Sebanyak 35 persen mahasiswa Indonesia memilih untuk menuntut ilmu di Eropa tiap tahunnya. Julian juga mengatakan bahwa Eropa menjadi pilihan mahasiswa Indonesia untuk merampungkan studi karena menawarkan banyak program baik untuk gelar sarjana, gelar master maupun gelar doktorat.

"Di Eropa ada sekitar 4000 universitas yang tersebar di berbagai negara. Kemudian beberapa negara juga telah menerima penghargaan nobel yang menonjolkan kualitas pendidikan di Eropa berbeda," katanya.

Selanjutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa juga membuat akses pendidikan bagi siswa atau mahasiswa Indonesia menjadi lebih mudah sehingga semakin meningkatkan minat untuk belajar di Eropa.

Tidak hanya itu, universitas di Eropa juga menawarkan banyak beasiswa yang bisa diraih oleh mahasiswa Indonesia untuk membantu pembiayaan pendidikan selama di Eropa. Beasiswa yang dapat diperoleh berasal dari berbagai sumber baik dari universitas terkait, konsorsium bahkan juga dari pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Siprus untuk Indonesia, Nicos Panayi, mengatakan bahwa banyak manfaat yang bisa didapat selama belajar di Eropa. Hal tersebut yang membuat negara-negara di Eropa seperti Jerman, Perancis, Belanda dan Inggris menjadi favorit untuk menuntut ilmu.

"Dengan belajar di Eropa, mereka tidak hanya belajar akademik tapi juga mempelajari keanekaragaman budaya yang ada," jelas Nicos.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa negara-negara di Eropa merupakan tempat yang cocok untuk melakukan penelitian akademik dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Untuk itu, banyak orang yang mengambil gelar doktorat di benua biru ini.
Editor :
Caroline Damanik

Kamis, 01 November 2012

Alkimia Modern Ubah Air Jadi Emas

Oleh Marc Preel | AFP News

Sebuah perusahaan rintisan dari Prancis menawarkan teknologi dengan sentuhan alkimia: mengubah air menjadi emas.

Caranya bagaimana? Dengan mengekstrak limbah cair industri untuk mencari logam langka atau berharga.

"Kami hanya mendapat satu mikrogram per liter," ujar Steve van Zutphen, orang Belanda yang mendirikan Magpie Polymer dengan rekannya asal Prancis, Etienne Almoric. “Itu setara satu sendok teh gula dalam kolam renang ukuran Olimpiade.”

Magpie Polymers beroperasi di pabrik di Saint-Pierre-les-Nemours, 80 km sebelah tenggara Paris. Namun mereka memiliki teknologi terdepan dengan prosedur yang dikembangkan di Ecole Polytechnique pada 2007.

Proses ekstraksi ini dilakukan berdasarkan penggunaan bijih plastik resin. Saat limbah cair dialirkan melewati bijih plastik itu, partikel logam berharga seperti emas, platina, paladium, dan rodium akan menempel ke bijih plastik.


Satu liter plastik resin bisa dipakai untuk memproses 5-10 meter kubik limbah dan mengambil 50-100 gram logam berharga dengan nilai 3.000-5.000 euro (sekitar Rp37-61 juta)." ujar Almoric.

Telepon seluler, konverter katalis, dan sejumlah besar barang sehari-hari mengandung logam berharga. Tapi setelah mereka dibuang, yang menjadi masalah adalah bagaimana mengambil logam-logam itu kembali.

"Yang bikin rumit adalah jumlahnya yang sangat kecil, sangat sulit untuk diambil," menurut Steve van Zutphen.

Setelah dipisahkan dan dihancurkan dengan limbah industri, mereka harus dicampur dengan asam dalam air. Kemudian logam di air harus diambil — baik berharga maupun tidak.

"Banyak teknologi untuk mengambil logam dari air yang telah ada sejak abad 19. Namun ada saatnya teknologi tersebut menjadi tidak efektif atau terlalu mahal" ujar Steve van Zutphen.

Pasar yang dicari dua pengusaha muda tersebut adalah 'refiner': spesialis pengambil logam berharga seperti, perusahaan Inggris Jonhson Matthey; perusahaan Inggris-Prancis Cookson-Clal; dan Boliden dari Swedia.

Namun teknologinya juga bisa menarik minat perusahaan tambang atau pengolahan air seperti French Veolia atau Suez Environnement.


Waktunya sangat tepat. Krisis ekonomi meningkatkan minat orang terhadap emas, dan juga minat pada platina dan logam berharga lainnya, dengan persediaan yang menipis, harganya akan semakin tinggi. Saat tambang platina kehabisan persediaan, separuh logam yang digunakan dunia adalah hasil daur ulang.

Teknologi Magpie juga bisa digunakan untuk membuang logam berbahaya seperti timah, merkuri, kobalt, perunggu, dan uranium.

"Tentu saja jumlahnya lebih besar. Masalahnya adalah tidak ada yang ingin membayar untuk sesuatu yang tidak ada nilainya," ujar Almoric.

Standar lingkungan yang tinggi, yang akan akan memperketat pengawasan limbah, bisa memperkuat keberadaan model Magpie.

Perusahaan baru tersebut sudah memiliki 6 staf dan memperkirakan pendapatan 500 ribu euro (sekitar Rp6,1 miliar) pada tahun depan dan 15 juta euro (sekitar Rp185 miliar) dalam 4 tahun. Perusahaan ini mendapat 500 ribu euro dari Fonds Lorraine des Materiaux (51 persen saham dimiliki Caisse des Depots-Region Lorraine, 49 persen oleh ArcelorMittal).

Magpie tidak menyebut nama klien, tapi mereka sudah ada di Prancis, Inggris, Belgia, dan Swiss, dan segera hadir di Spanyol dan Jerman.


Rabu, 17 Oktober 2012

MINING PROCESS & ACTIVITIES


MINING PROCESS & ACTIVITIES

I. LAND CLEARING
1.       Land Clearing
2.       Log Stock pilling
3.       Grubbing
II. TOP SOIL
I. REMOVAL
1.       Loading
2.       Hauling
3.       Spreading
4.       Grading

III. OVERBURDEN
1.       Drilling & Blasting
2.       Ripping & Dozing
3.       Loading
4.       Hauling
5.       Spreading
6.       Grading
7.       General work & Road Maintenance

IV. COMMODITY
1.       Cleaning
2.       Ripping & Dozing
3.       Loading
4.       Hauling
5.       Stocking
6.       Spreading
7.       Grading

V. ROAD CONSTRUCTION & MAINTENANCE
1. ROAD CONSTRUCTION
1.       Embankment Cut & Fill
2.       Sub Grading
3.       Compacting
4.       Road drainage (Culvert, Rip Rap)
5.       Road pavement
6.       Bund wall

2. TRANSPORTATION
1.       Hauling
2.       Spreading

3. ROAD MAINTENANCE
1.       Loading
2.       Hauling
3.       Spreading
4.       Grading
5.       General
6.       Water Spraying

Internal Change


Saat kita sedang mengalami demotivasi baik karena kita mengalami kegagalan atau hal lainnya, langkah yang paling sering kita lakukan adalah meminta nasihat orang-orang yang kita anggap bijak yang bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang kita alami. Atau hal lainnya adalah mengikuti seminar-seminar motivasi atau caracter building dan mendengarkan para trainer atau orang yang telah berpengalaman untuk berbagi cerita dan memberikan motivasi. Hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting dan berguna, karena bagaimanapun juga kita membutuhkan nasihat-nasihat dari orang-orang yang telah berpengalaman pada hal tersebut.
Tapi apakah pernah kita sadari, berapa banyakpun orang hebat atau orang bijak yang memberikan nasihat-nasihat dan motivasi-motivasi pada kita atau kita mengikuti seminar-seminar dengan biaya dari ratusan sampai jutaan rupiah pun tidak mempengaruhi kehidupan kita. Ya mungkin pada saat baru mendengar atau pada saat training baru selesai diri kita begitu bersemangat dan rasanya banyak hal yang ingin kita lakukan, tapi hal tersebut tidak bertahan lama yah paling lama mungkin 1 minggu. Setelah itu kita kembali kedalam keadaan demotivasi dan tidak berbuat banyak. Mengapa hal tersebut bisa terjadi, apa ada yang salah dari training nya, atau orang-orang hebat itu memberikan nasihat yang salah pada kita ?
Jawabannya sama sekali tidak. Tidak ada yang salah dari mereka, yang salah atau yang paling dapat dipersalahkan adalah diri kita sendiri. Ya, diri kita yang tidak mau berubah menjadi lebih baik dan mungkin ditambah dengan kemalasan-kemalasan yang kita hadapi yang menjadi penyebabnya. Seberapa hebat atau seberapa bijakpun orang yang memnberikan motivasi dan kata-kata bijak tidak akan berpengaruh pada kita, karena kita memang tidak melakukan apa yang mereka nasihatkan.
Sebagai contoh, misal kita sebagai mahasiswa mempunyai contoh atau model mahasiswa yang terbaik yang memiliki segudang prestasi dan menjadi mahasiswa berprestasi, bisa kita sebut iman usman. Walaupun kita telah mendengar saat dia berbagi pengalaman atau membaca blog-blog dia apakah saat terbangun keesokan harinya tiba-tiba kita mendapat email atau telpon bahwa kita adalah mahasiswa berprestasi nasional. Hal tersebut tidak lah mungkin, kalau kita merasa bahwa iman usman adalah mahasiswa yang hebat dan kita ingin seperti dia yang harus kita lakukan adalah mengubah dari dalam diri kita bahwa kita adalah mahasiswa berprestasi dan mengikuti jejak nya iman usman, namun tetap be your self. Saat ketika mengubah dari dalam diri kita maka kebiasaan buruk atau kebiasaan yang dapat menghambat kita pasti akan berubah, misal ketika di kelas yang biasanya kita duduk dibelakang dan pasif sekarang maju kedepan dan lebih aktif bertanya, tadinya kita buka internet untuk hal-hal yang tidak berguna setelah itu kita mencari info-info lomba dan mengikutinya, dan hal postif lainnya. Nah dengan merubah dari dalam diri kita saya yakin pasti kita akan menjadi lebih baik, daripada kita hanya sekedar mengikuti seminar motivasi dan hanya bersemangat di awal dan tidak ada niat dari dalam diri untuk berubah. Karena yang menentukan perubahan itu ialah faktor internal kita sendiri bukannya orang lain.
By Nurman Wibisana , Posted October 17, 2012

Rabu, 29 Agustus 2012

Hukum Kemalasan Newton dan Kita

13461946231831574784
Ilustrasi/ Admin (shutterstock)
Benda yang diam akan berkecenderungan untuk tetap diam, dan benda yang bergerak akan berkecenderungan untuk tetap bergerak jika tidak ada gaya yang mempengaruhinya
*Hukum-Kelembaman, Newton


Penulis amatiran seperti saya ini sering kehilangan mood untuk menulis. Tidak sedikit tulisan pada akhirnya tak jadi saya selesaikan hanya karena merasa inspirasi telah menguap entah kemana. Atau mungkin menggagas suatu konsep, tetapi oleh karena sesuatu hal, saya menundanya. Atau bisa jadi merasa belum matang untuk menuliskan konsep tersebut, dan pada akhirnya tidak dituliskan sama sekali.
Kemudian saya menangkap suatu irama. Ketika saya mencoba konsisten untuk menulis, dengan sendirinya hasrat untuk tetap menulis itu datang. Dan, ketika suatu saat saya agak malas atau menunda untuk menuangkan ide ke dalam tulisan, sering sekali pada akhirnya saya tidak menuliskan apa-apa. Penundaan dapat menjadi sesuatu yang buruk. Dia bak perampok ide dalam menulis.
Orang yang tidak menulis akan berkecenderungan untuk tetap tidak menulis jika tidak ada motivasi dari luar dan kemudian dari dalam dirinya supaya menulis. Butuh pemantik untuk menyalakan api. Motif atau penggerak itu bisa datang dari dalam diri sendiri oleh karena sangat senang membaca.
Bacaan dan penulis favoritnya menjadi modelnya. Setelah tulis-menulis menjadi kesukaan, pada akhirnya ia menjadi suatu kesukaan. Dan penulis amatiran itu pun menjadi penulis professional dengan kekhasan gaya menulisnya.
Bukan hanya dalam Tulis-menulis
Tentu saja ‘hukum kemalasan’ ini tidak hanya berlaku dalam tulis-menulis. Tetapi berlaku untuk hampir semua kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Kita yang tidur selama delapan jam per hari, berkecenderungan untuk selalu tidur selama delapan jam. (Tapi sebaiknya kebiasaan ini dirubah. Tidur selama delapan jam perhari kebanyakan. Tidur selama delapan jam perhari berarti sepertiga waktu dalam sehari digunakan hanya untuk tidur. Kalaulah kita berumur tujuh puluh lima tahun selama hidup di dunia, berarti, waktu yang kita gunakan untuk tidur selama dua puluh lima tahun!).
Saya teringat dengan guru sejarah kami ketika SMA dulu. Pak guru ini sangatlah latah bilang, “iya”. Sebentar-sebentar memberikan penjelasan, kata “iya” selalu mengekor di akhir kalimatnya. Saya dengan teman semeja saya dengan nakalnya menghitung dengan menggunakan turus berapa kali si guru bilang “iya” alih-alih mendengar penjelasan yang membosankan dan terus saja membosankan. (Sebenarnya sejak dulu pun saya suka mata pelajaran sejarah. Tapi saya lebih suka mempelajarinya sendiri daripada mendengar penjelasan guru ini). Dalam waktu beberapa menit saja, turus kami sudah belasan kali.
Kisah lainnya. Salah seorang rekan guru saya di SMP adalah perokok. Kesempatan merokok selalu guru fisika ini rindukan. Beberapa kali mencoba berhenti. Dan selalu saja gagal. Berhenti selama seminggu, kemudian kembali lagi. Lalu kembali membuat komitmen untuk berhenti merokok, berhasil, tapi untuk hanya dua minggu. Berubah itu sulit. Apalagilah kebiasaan itu sudah bertahun-tahun.
Duduk di bangku sekolah dasar dan menengah, saya tidak begitu rajin membaca. Gemar membaca baru tumbuh kembang ketika duduk di bangku kuliah. Dan sekarang, membaca itu menjadi suatu kebutuhan.
Perubahan
Kebiasaan berkecenderungan untuk selalu dilakukan. Ada sesuatu yang kurang kalau tidak dilakukan. Kita nyaman dengan yang kita miliki. Ini jugalah yang membuat kita takut dengan perubahan — sekalipun perubahan ke arah yang lebih baik. Ada kecenderungan untuk tetap dalam kondisi tidak berubah. Tampaknya kita menyukai status quo — mempertahankannya. Inilah hukum kemalasan.
Perubahan kecil yang dilakukan dengan konsisten perlahan akan menjadi perubahan besar. Yang utama, komitmen untuk berubah. Masa depan adalah suatu perjalanan. Dan perubahan adalah bagian dari perjalanan itu. Dimikian kutipan dari salah satu buku yang pernah saya baca.
Watak
Tampaknya jauh lebih sulit untuk berubah ke arah yang lebih baik daripada ke arah yang lebih buruk. Demikian susah membangun akhlak mulia daripada ‘hina’. Betapapun tidak pernah ‘dididik’ orang tuanya untuk berbohong, anak kecil sudah tahu bagaimana berbohong. Ketika dengan tak sengaja si kecil memecahkan guci antik dengan permainan bolanya, dan rasa takut mulai menekan akalnya, naluri untuk berdusta langsung saja terbersit. Tidak adanya saksi mata akan dimanfaatkan untuk mencari dalih.
Barangkali tepatlah bahwa tabiat dasar, natur kita, bukanlah makhluk yang suci, melainkan perpaduan (tidak sempurna) antara baik dan jahat.
Berbeda dengan mesin, kecenderungan atau kebiasaan kita akan terakumulasi dan berbunga. Apabila ‘iklim lingkungan’ mendukung, maka kebiasaan baik (atau buruk) akan menyemburkan bunganya sampai berlipat ganda. Itulah sebabnya, struktur yangmemberikan banyak celah untuk korup, akan menjadi ladang subur bagi koruptor. Kelas teri akan demikian cepatnya tumbuh-kembang menjadi kelas kakap.
Pilihan-pilihan kecil sehari-hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik akan demikian berpengaruh di masa depan.

RUSTAM E. SIMAMORA

Musim Durian, Mencari Cinta dan Jati Diri Batak

 EDIE SACHS

Selama musim durian, itu adalah masa yang tepat berkunjung ke Negeri Batak. Jika dihitung dengan usia, ini adalah tahun kesepuluh bagi saya meninggalkan keluarga di “Pegunungan Mistis” itu dan mencari pengalaman ke luar “negeri” dalam mengisi hari dan hatiku.

Saya masih yakin bahwa selera “gaya hidup” saya untuk musik dan makanan lahir dari sana, termasuk juga seperti cinta untuk ubi, durian, dan tentunya pemandangan yang dramatis terdiri dari deretan pegunungan berkabut yang terjal mencolok yang berakhir di danau biru mengejutkan. Jika kita ingin mendapatkan kesan dan pengalaman mistis, saya berpendapat bahwa saya bahkan juga tertarik pada praktek meditasi dari duduk bersila (tidak pada kaki, pikiran Anda, tapi di atasnya) dengan aroma jeruk purut dan kemenyan.

Doc.Riyanthi Sitorus
Doc.Riyanthi Sianturi
Begitulah…

Bagaimana kita menjadi siapa kita? Bagaimana tempat, estetika, sebuah geografi spiritual, merasuk ke diri kita?
Sangat mudah untuk menyendiri dengan Danau Toba dan membayangkannya sebelum tahun 1900-an (Sebelum Elio Modligiani/Italia mengumumkan pada dunia tentang kebenaran adanya danau terluas di atas gunung), terutama melalui mata nostalgia 10 tahun yang melihat semua itu dari kejauhan: dari sebuah rumah modern terlindung dari jalan oleh dinding, dari sensasi di mana kita berenang, mengambil pelajaran Bahasa asing, dan menonton film-film Hollywood.

Keluargaku yang ada disana sekarang, dalam situasi yang jauh lebih modern, dan mungkin akan memberi anda pandangan berbeda tentang Batak yang perkasa dimana Kerajaan Minang, Aceh dan Samudera Pasai bahkan Belanda tidak mampu mengambil tempat itu dengan beragam kejadian politik di pesisir/pantai.
Saya putra Bangsa Batak dan diri saya ingin menjadi Batak yang tak tersentuh karena “danau berkabut” yang eksotis.
Sekarang, sebelum tuduhan Primordialisme meluncur tepat ke arah saya (saya menduga demikian, walaupun jelas ini adalah subyektif tapi ini selalu tentang diri kita sendiri), biarkan saya mengungkapkan kecintaan saya, bahkan jika tampaknya tidak masuk akal atau membosankan dan kampungan yang udik konvensional.

Pandangan kita berjalan menyusuri waktu, mencampur dan memisahkan kuno dan modern, pedesaan dan perkotaan, lapisan waktu dan tempat dalam kehidupan sehari-hari kita
Pohon raja buah dengan buahnya bernama ; Durian  Photo:Farm1
Pohon raja buah dengan buahnya bernama ; Durian Photo:Farm1
Terkadang, kita menemukan diri kita setelah menahan emosi cinta “dengan cara seseorang mencium kening putrinya atau berbalik melawan mereka karena selera mereka memilih pria” sementara  kita tidak bisa mengabaikan “betapa kayanya kita dalam arti mungkin/jika/seandainya.“
Saya sudah “bergumul dengan hasrat dan cerita saya“ seperti Andy Noya dalam “Kick Andy” di sebuah stasitu tv swasta, dan dari pengalaman formatif dan masa kecil saya di Pegungungan Bukit Barisan.

Hal ini sebagian murni: sukacita estetika dalam ornamen, kelaparan akan kebenaran untuk meluruskan sejarah sebuah negara yang tidak akan ceroboh mengutip catatan penjajah, dan membuat tanda-tanda yang  terlihat dari masa lalu.

Tapi cerita ini juga sangat rumit, karena saya ingin bayangkan- Bangsa Batak dan  gunung mistisnya  -bukan khayalan sementara  Masa hidup saya, untuk dibungkus di bagian terindah Indonesia adalah diri pribadi saya sendiri.

Berkunjung atau pulang ke Tanah Batak bukan sekedar mencari bagian jiwa dan cinta yang tertinggal tapi jati diri ditengah Musim Durian.


=SachsTM=

http://filsafat.kompasiana.com/2012/08/29/musim-durian-mencari-cinta-dan-jati-diri-batak/ 

Minggu, 12 Agustus 2012

@CiputraWay: Inilah Perbedaan Tipis Orang Sukses dan Gagal

Ukuran sukses itu apa..? apakah dari banyaknya harta? apakah dari banyaknya relasi? apakah dari menterengnya jabatan..?

saya katakan iya bisa jadi. Jika saja dengan banyaknya harta itu dia bisa berbuat untuk lebih baik, bisa jadi dengan relasi yang banyak itu dia bisa menyebarkan kebaikan sebanyaknya-banyaknya tidak hanya untuk dirinya dan keluarganya sendiri tapi juga untuk orang lain.

Sukses memang selalu identik dengan kaya, namun tidak hanya berhenti di kekayaan saja. Kaya yang bisa memanfaatkan untuk mengayakan orang lain. Orang kaya yang merasa masih kurang dan haus akan harta belum disebut sebagai orang sukses, orang kaya yang punya harta melimpah tujuh turunan, tapi dia tidak bisa tidur dengan tenang karena memikirkan assetnya, hartanya, tabungannya aman atau tidak, berarti dia belum disebut orang yang sukses.

Orang miskin selalu melihat orang kaya sebagai orang sukses, melihat mobil mewah, rumah megah, kekayaan melimpah, pasti orang miskin akan mengatakan lihatlah orang itu telah sukses dalam hidupnya. Namun orang kaya akan berbalik, melihat orang miskin yang bahagia meski hanya makan dengan ikan asin, sayur seadanya, namun bisa bercanda dengan istri dan anaknya serta mensyukuri nikmat Tuhan, maka si kaya akan berkata lihatlah orang miskin itu, mereka bahagia meski tidak punya harta benda, tidak seperti aku… jadi sebenarnya perbedaan sudut pandang inilah yang menyebabkan jurang pemisah. Yang bisa menjadi jawabannya adalah tanyakanlah pada hati kita masing-masing.

Bisa jadi kita adalah orang miskin yang sukses, atau orang kaya yang sejatinya adalah miskin. Orang kaya adalah orang yang tidak lagi merasa ingin memiliki sesuatu dalam hidupnya.

Hari ini jika anda merasa gagal, tidak ada alasan bagi anda untuk mencari-cari alasan. Belajarlah mensyukuri atas semua nikmat yang telah hari ini anda dapatkan. (*DI)



Sumber :

http://t.co/CpwRSbjd