Ringkasan Daurah Ilmiah*Bagaimana Seorang Muslim Hidup di Zaman Fitnah*
Pendahuluan
Umat Islam saat ini hidup di masa yang penuh dengan berbagai fitnah (ujian), baik fitnah syubhat (kerancuan pemikiran), syahwat (godaan hawa nafsu), maupun perpecahan. Jalan keselamatan yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah berpegang teguh kepada Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat.
1. Bersyukur atas Nikmat Islam dan Sunnah
Nikmat terbesar yang Allah berikan adalah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, diturunkannya Al-Qur'an, serta adanya para sahabat sebagai teladan dalam memahami agama.
Dalil
Allah Ta'ala berfirman:
> وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
"Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai..." (QS. Ali 'Imran: 103)
2. Memurnikan Tauhid
Keselamatan seorang muslim di zaman fitnah dimulai dengan memperbaiki tauhid. Dakwah para nabi selalu dimulai dengan mengajak manusia beribadah hanya kepada Allah.
Dalil
> لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah."
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman:
> فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
"Hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Berpegang Teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah
Di saat banyak perselisihan dan muncul berbagai kelompok, seorang muslim wajib mengembalikan semua urusan kepada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat.
Dalil
Rasulullah ﷺ bersabda:
> تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي
"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku."
4. Menjauhi Perpecahan
Islam memerintahkan persatuan di atas kebenaran dan melarang mengikuti hawa nafsu yang menyebabkan perpecahan.
Dalil
> وَلَا تَفَرَّقُوا
"Dan janganlah kalian bercerai-berai." (QS. Ali 'Imran: 103)
5. Waspada terhadap Fitnah
Para sahabat tidak hanya bertanya tentang kebaikan, tetapi juga bertanya tentang fitnah agar dapat menghindarinya.
Dalil
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu:
> كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي
"Orang-orang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena khawatir aku akan mengalaminya." (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Menjaga Lisan
Di zaman fitnah, banyak kerusakan terjadi karena ucapan, tulisan, dan berita yang tidak benar.
Dalil
Rasulullah ﷺ bersabda:
> مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Senantiasa Bersama Ulama dan Jamaah Kaum Muslimin
Seorang muslim hendaknya mengambil ilmu dari ulama Ahlus Sunnah, mengikuti bimbingan mereka, serta menjaga persatuan kaum muslimin.
Dalil
Rasulullah ﷺ bersabda:
> تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ
"Tetaplah bersama jamaah kaum muslimin dan pemimpin mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Memperbanyak Doa dan Istiqamah
Fitnah hanya dapat dihadapi dengan pertolongan Allah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memperbanyak doa, ibadah, dan istiqamah hingga akhir hayat.
Dalil
Allah Ta'ala berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung." (QS. Ali 'Imran: 200)
*Kesimpulan*
Cara seorang muslim hidup di zaman fitnah adalah:
1. Memurnikan tauhid kepada Allah.
2. Bersyukur atas nikmat Islam dan Sunnah.
3. Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salaf.
4. Menjauhi perpecahan dan hawa nafsu.
5. Menjaga lisan serta berhati-hati dalam berbicara dan menyebarkan berita.
6. Memperbanyak ibadah, doa, dan istiqamah.
7. Belajar kepada ulama yang lurus dan menjaga persatuan kaum muslimin.
8. Tetap taat kepada Allah hingga akhir hayat serta memohon perlindungan dari berbagai fitnah.
Semoga Allah ﷻ menjaga kita dari fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi, serta meneguhkan hati kita di atas agama-Nya. Aamiin.Allahu'alam
Semoga bermanfaatDiketik olehsalah satu ikhwanWAG Ukhuwah Jama 'ah MIAS
































