Sabtu, 23 Juni 2012

5 Kota Tertua yang ada di Indonesia

1. Palembang 17 Juni 683 M


Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").

2. Magelang 11 April 907 M


 Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Kota ini terletak di tengah-tengah kabupaten Magelang. Karena memang dulunya Kota Magelang adalah ibukota dari Kabupaten Magelang sebelum mendapat kebijakan untuk mengurus rumah tangga sendiri sebagai sebuah kota baru. Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, karena berada di jalur utama Semarang-Yogyakarta. Kota Magelang berada di 15 km sebelah Utara Kota Mungkid, 75 km sebelah selatan Semarang, dan 43 km sebelah utara Yogyakarta. Kota Magelang terdiri atas 3 kecamatan, yakni Magelang Utara, Magelang Selatan dan Magelang Tengah , yang dibagi lagi sejumlah kelurahan.
Hari Jadi Kota Magelang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, bahwa tanggal 11 April 907 Masehi merupakan hari jadi. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari seminar dan diskusi yang dilaksanakan oleh Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang dengan dibantu pakar sejarah dan arkeologi Universitas Gajah Mada, Drs.MM. Soekarto Kartoatmodjo, dengan dilengkapi berbagai penelitian di Museum Nasional maupun Museum Radya Pustaka-Surakarta. Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang. Mantyasih sendiri memiliki arti beriman dalam Cinta Kasih. Di kampung Meteseh saat ini terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.

Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah Prasasti POH, Prasasti GILIKAN dan Prasasti MANTYASIH. Ketiganya merupakan parsasti yang ditulis di atas lempengan tembaga.

Parsasti POH dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.

Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung SUSUNDARA dan WUKIR SUMBING yang kini dikenal dengan Gunung SINDORO dan Gunung SUMBING.

Begitulah Magelang, yang kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga pernah menjadi Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.

Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membangun Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.

Setelah pemerintah Inggris ditaklukkan oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.

3. Jakarta 22 Juni 1527

 Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.

4. Semarang 2 Mei 1547



 Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi dan wakil wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara). Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.

5. Kota Medan 1 juli 1590


 Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.


kaskuser
 

UserID: 4258833
Join Date: Apr 2012
Posts: 146

SELAMAT ULTAH DKI JAKARTA YANG KE 485

Sejarah Kota Jakarta
Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.

Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.

Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Perkembangan yang cepat memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta. Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21

kaskus addict
 

UserID: 1135172
Join Date: Oct 2009
Location: [Follow Me:@ThikooAlfahry
Posts: 2,963
Blog Entries: 1

Selasa, 22 Mei 2012

CATATAN Serie A Italia: Tak Akan Ada Alessandro Del Piero Lainnya

Sebuah Scudetto telah menjadi kado perpisahan terindah yang diberikan Alessandro Del Piero kepada Juventus.

Ia adalah sosok sejati yang pernah dimiliki Juventus. Siapa yang tak mengenal namanya; Alessandro Del Piero! Ketika Giampiero Boniperti menggelontorkan lima miliar lira untuk menghargai kepindahan dari Padova pada 1993, jalan menapak Del Piero untuk menjadi pemain berkelas dunia telah dimulainya. 

Sepanjang karirnya, Del Piero telah menunjukkan sosoknya sebagai pemain berkelas. Terlebih bagi klub berjuluk Si Nyonya Tua yang telah dibelanya selama 19 tahun. Selama rentang waktu itu, ia telah tampil dalam 705 laga dengan sumbangan 290 gol.

Pada penampilan pamungkas saat melawan Napoli di final Coppa Italia pekan lalu, Del Piero memang tidak memberikan gelar bagi klubnya. Tetapi usahanya mengantarkan Scudetto, rasanya cukup memberi tanda bahwa pemain berusia 37 tahun ini selalu berupaya memberikan yang terbaik.

Jadi tak berlebih jika kemudian menasbihkan sosok Del Piero ini sebagai pemain sang pemenang hingga akhir karirnya bersama Juve. Maklum saja sejak awal karir, ia memang tak pernah lepas dengan taburan gelar. Ia pernah menjadi bagian dalam skuad Primavera untuk mengangkat gelar liga. Begitu juga dengan gelar berikutnya ketika memboyong trophy Viareggio Cup.

Pencapaian itu kemudian melapangkan jalannya untuk masuk ke dalam tim utama Juve. Debut aksi Del Piero di depan publik Turin ditandainya dengan mencetak gol lewat tendangan setengah voli kaki kiri ketika melawan Reggiana. 

Pada musim perdananya, Del Piero memberikan sumbangan lima gol, termasuk di dalamnya sebuah hat-trick saat melawan Parma. Kegemilangan namanya ternyata tak perlu menunggu lama. Pada musim kompetisi 1994/95, ia telah menjadi pemain reguler. Tercatat, 50 laga dilakoninya dari seluruh kompetisi saat Bianconeri mengoleksi Scudetto ke-23.

Penampilan ciamik bersama Juve akhirnya membawa berkah kepada Del Piero untuk mengenakan kostum tim nasional Italia. Ia menjadi bagian dalam laga kualifikasi Euro 1996 melawan Estonia di Salerno. Di usianya yang baru 20 tahun, ia telah menyusun masa depannya yang cerah lewat sumbangan sejumlah gol di kemudian hari.

Pada 1995, menjadi momen yang tak akan terlupakan. Pada masa itulah kostum keramat dengan nomor punggung 10 itu resmi dikenakannya. Nomor itulah yang terus dipakainya hingga penghujung karirnya.
Prestasi terus berlanjut dalam karir Del Piero. Pada 1996, ia berhasil merebut gelar bergengsi Liga Champions usai menang adu penalti melawan Ajax. Masih di tahun yang sama, ia juga mencetak gol yang akan terus dikenang saat mengalahkan River Plate 1-0 di ajang Intercotinental Cup.

Penampilan yang menonjol dari Del Piero itu dipuji oleh legenda sepakbola Argentina Diego Maradona. Meski bermain bersama sejumlah pemain hebat, menurut Maradona, Del Piero tetap bisa tampil menonjol.

"Dia itu berbeda dengan Zinedine Zidane. Dia itu sangat ingin bermain, jiwanya menyatu. Jika harus memilih antarah dia [Del Piero] dan pemain Prancis [Zidane], tentunya saya akan memilih dia [Del Piero]," kata Maradona dalam sebuah kesempatan. 


Begitu karirnya tengah menanjak pesat dan menjadi pemain paling menakutkan di seluruh dunia, masalah cedera tak bisa ia tampik kehadirannya. Laga melawan Udinese pada November 1998 telah menandai cedera sang bintang. Saat itu ada anggapan jika karir Del Piero telah tamat akibat cedera yang membekap lutut kirinya.

Tetapi ia mampu bangkit dengan memulihkan lagi kebugarannya. Pada musim panas berikutnya, ia pun meneken kontrak baru untuk masa lima tahun. Lalu pada 2001, ban kapten resmi dikenakannya. Di bawah kepemimpinannya itu, Del Piero sukses membawa Juve meraih gelar Serie A Italia serta memenangkan Liga Champions dengan mengalahkan Milan melalui adu tos-tosan.

Gelar berikutnya lagi datang pada 2005 dan 2006. Pada saat itu Del Piero mencetak sejumlah gol penting. Sebuah gol kemenangan melawan Inter Milan, satu lagi saat melawan Udinese dan sebuah gol imbang yang dibuat ketika melawan Fiorentina, akhirnya membawa Juve merebut gelar liga ke-29.

Namun skandal Calciopoli sempat menorehkan catatan lain dalam karirnya. Tapi ia tetap setia membela Juve yang terdegradasi ke Serie B Italia. Sekali lagi, totalitasnya yang tinggi akhirnya membawa Bianconeri kembali ke kasta tertinggi sepakbola Italia, Serie A. Di kompetisi itu, Del Piero juga menorehkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak.

Kepiawaiannya di lapangan itu ternyata terus memberi berkah kepada Juve. Bahkan hingga usianya mendekati 34 tahun, ia masih tetap bisa memperlihatkan performa terbaiknya dengan mengalahkan Real Madrid 2-1 di Turin pada ajang Liga Champions.  


 bianconeri 1897

Dan pada Oktober tahun lalu, presiden Andrea Agnelli telah mengumumkan kalau musim 2011 akan menjadi penampilan terakhir Del Piero sebagai pemain Bianconeri. Apa yang diucapkan sang presiden klub ternyata terbukti benar adanya.

Pekan lalu, semua itu ditunjukkan oleh Del Piero. Sebagai perpisahannya, ia pun membacakan surat kepada fans Juventus. Dalam suratnya ia berkata,"Saya bahagia dengan senyumanmu, sorai-sorai, tangis, nyanyian maupun teriakannya untuk saya."

"Rasanya tak ada warna yang akan lebih cerah buat saya kecuali hanya hitam-putih ini. Anda telah membuat impian saya menjadi nyata. Lebih dari segalanya dan hari ini saatnya saya untuk mengucapkan terima kasih," ucapnya dalam suasana sarat emosi.

Kini, semua pemujamu akan terus merindukanmu, Del Piero. Akankah ada lagi pelanjutmu di kemudian hari? Rasanya hanya waktu yang akan bisa menjawabnya. Selamat jalan sang legenda. Terima kasih selalu dihaturkan kepadamu!
 

goal.com

Senin, 14 Mei 2012

Salam Perpisahan Del Piero untuk Bianconeri

detikcom - Turin, Selesai sudah perjalanan Alessandro Del Piero bersama Juventus di Liga Italia Seri A. Di laga terakhirnya di Seri A, Del Piero memberikan salam perpisahan untuk 'Si Nyonya Tua'.

Di Juventus Stadium, Minggu (13/5/2012) malam WIB, Del Piero memainkan laga terakhirnya di Seri A dengan melawan Atalanta. Antonio Conte menurunkannya sejak menit pertama. Sang allenatore seperti ingin memberi penghormatan untuk kapten Bianconeri itu.

Seperti ingin memberi 'hadiah' perpisahan, Del Piero mencetak gol kedua Juve di laga itu. Gol itu sekaligus menjadi gol ke-289 Del Piero selama berseragam Juve serta gol ke-188 yang ia cetak di Seri A.

Setelah bermain selama 57 menit, Del Piero kemudian ditarik keluar dan digantikan oleh Simone Pepe. Satu per satu pemain Juve memeluknya saat ia berjalan keluar lapangan. Seisi stadion juga memberi standing ovation kala Del Piero berjalan menuju pinggir lapangan.

Usai ditarik keluar, Del Piero berjalan mengelilingi Juventus Stadium. Ia ingin memberi salam perpisahan bagi seluruh Juventini yang hadir di sana. Ia juga memungut syal yang dilemparkan dari tribun kepadanya. Beberapa penonton tampak menyeka air mata. Setelah 10 menit berkeliling, air mata akhirnya muncul di mata Del Piero.

Usai laga yang dimenangi Juve dengan skor 3-1 itu, seremoni penyerahan trofi Seri A digelar. Del Piero diberi kehormatan untuk mengangkat trofi itu pertama kali.

"Ini adalah momen yang luar biasa. Ikatanku dengan fans melebihi apapun dan aku ingin berterima kasih pada mereka. Hari ini aku bahagia dan bangga. Ini adalah hari yang luar biasa," sahut Del Piero seperti dikutip Football Italia.

"Tentu ada kesedihan, tapi ini adalah momen untuk diabadikan karena aku merayakannya bersaman fans di lapangan dan aku tidak bisa meminta lebih banyak. Aku sangat bangga," imbuh pemain berjuluk Il Pinturicchio itu.

Conte tak bisa menyembunyikan rasa bangganya pada pemain berusia 37 tahun itu. Baginya, Del Piero adalah sejarah bagi 'Si Nyonya Tua'. Conte pun hanya bisa mengucap terima kasih untuk pemain yang sudah membela Juve sejak tahun 1993 itu.

"Aku terharu oleh Del Piero, karena dia mewakili sesuatu yang tidak bisa dihapuskan. Dia adalah sejarah Juventus. Saya hanya bisa berterima kasih padanya," tutur Conte.

Rabu, 09 Mei 2012

Juventus Party

Andrea Agnelli: Mimpi Juventus Jadi Kenyataan

Presiden Juventus, Andrea Agnelli puas dengan kerja punggawa Juventus. Meraih Scudetto Serie A Italia 2011/12 adalah mimpi pertama yang menjadi kenyataan.

Baginya keberhasilan Bianconeri ini adalah sebuah kebanggaan. Dia senang karena akhirnya orang-orang di Juventus sudah kembali. Mereka memang layak mendapatkan Scudetto ini setelah bekerja keras sejak awal musim. Agnelli pun turut berpesta merayakan kesuksesan ini seusai The Old Lady menang 2-0 atas Cagliari di Trieste.
"Scudetto adalah mimpi pertama kami yang menjadi nyata. Untuk saya ini adalah sebuah kebanggan dan saya senang sekali karena menemukan kembali orang-orang Juventus," ujarnya dilansir Football Italia.

"Ini juga menjadi tujuan pertama saya ketika saya ditetapkan menjadi presiden klub dua tahun lalu. Ini telah menjadi pengalaman yang sulit dan kompleks dalam suatu perjalanan berliku-liku," lanjutnya.

Bagi Agnelli sepak bola tak ubahnya seperti sebuah bisnis. Yang membuat Anda berhasil atau tidak adalah orang-orang di dalamnya. Jika Anda salah memilih pemain maka hasilnya akan buruk. Namun ketika pilihan Anda tepat maka hasilnya akan maksimal seperti apa yang Bianconeri dapatkan sekarang. Itu adalah proses yang panjang.

"Ketika saya tiba dua tahun lalu, saya menemukan sebuah situasi yang sulit dalam hal klub dan tim. Saya harus memilih orang yang tepat agar klub kembali ke identitasnya. Kami mencoba untuk membenahi segala sesuatunya. Kami beruntung karena allenatore Antonio Conte tahu cara memperbaiki situasi ini. Dia dengan penuh keyakinan merubah segalanya hingga akhirnya kami mendapatkan ini," tegasnya.

www.goal.com

Champion D'Italia 2011/2012

Senin, 30 Januari 2012

Belajar dari Kura-Kura

Oleh: Rio Efendi Turipno, S.Psi

Apa yang membedakan manusia dengan makhluk lain? Kita bilang; ‘akal!’. Manusia memiliki akal, sedangkan mahluk lain tidak. Itulah sebabnya manusia bisa mengklaim diri sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna. Sebab, dengan akalnya itu manusia bisa melakukan begitu banyak hal yang tidak bisa dilakukan kucing, kelinci, ataupun bunga melati. Sayangnya, tidak semua yang bisa dilakukan manusia itu digunakan untuk kebaikan sesama. Karena pada kenyataannya, akal kita sering digunakan untuk ‘mengakal-akali’ dengan cara melakukan apapun demi kepentingan segelintir individu atau kelompok tertentu. Oleh karena itu, banyak buah pahit dari hasil karya akal manusia itu. Dengan demikian, untuk menjadi ‘mahluk sempurna’ seperti klaimnya, manusia mesti memiliki piranti lain. Sehingga kecerdasan akalnya dapat diimbangi oleh kearifan dari dalam dirinya. Apakah gerangan piranti itu?
Sesekali, kita perlu memperhatikan para kura-kura. Seekor kura-kura kalau hendak berjalan pastilah akan mengeluarkan kepalanya dari dalam tempurungnya. Dan ini adalah isyarat yang kura-kura berikan pada kita bahwa memang benar kita harus menggunakan kepala alias otak dan akal pikiran kita supaya kita bisa melakukan ini dan itu. Tanpa kepala kita tidak bisa membangun suatu hasil karya cipta apapun. Sebab, kepalalah pusat segala kekuatan kreatif imajinatif yang membantu menusia menghasilkan berbagai macam penemuan. Sehingga, kita bisa membangun peradaban. Itu benar.

Tetapi, mari perhatikan sang kura-kura itu sekali lagi. Dalam perjalanannya, dia sering berhenti. Dan ketika berhenti melangkah itu dia menarik kepalanya kembali masuk kedalam cangkang tempurungnya. Lalu dia berdiam diri. Pertanda apakah gerangan ini? Ini adalah tanda pengingat bagi kita yang terlampau mengutamakan akal, bahwa; sesekali kita harus menarik kekuatan akal itu ke belakang layar. Kemudian mendekatkan kepala kita kedada dimana didalam bersemayam sesuatu yang biasa kita sebut sebagai hati nurani. Sebab, kata kura-kura:’hati nurani itu akan membantu kita mengarahkan akal pikiran’.
Ketika akal berjalan sendirian, maka hasil pemikiran kita hanya akan menjadi sebatas proses eksplorasi dan eksploitasi atas keuntungan, kemudahan, kenikmatan dan hal-hal serupa itu. Apakah itu mengganggu orang lain? Akal tidak terlampau peduli, karena fungsi utamanya adalah untuk membuat hidup kita lebih mudah dan indah. Soal orang lain rugi atau terganggu oleh kaidah-kaidah yang dihasilkannya, itu soal lain. Itulah sebabnya, mengapa banyak orang yang berbisnis tanpa mempedulikan moral, lingkungan, atau kepentingan orang lain. Orang lain bagi mereka adalah lahan untuk dieksploitasi. Itulah juga sebabnya mengapa banyak orang yang tidak peduli pada kepentingan tetangga hanya untuk memenuhi kepentingan rumah dan keluarganya belaka. Tetangga bagi mereka adalah objek yang boleh dikorbankan demi kepentingan dirinya sendiri.
Kata kura-kura; “Berhenti sejenak dari terlampau menggunakan akal kamu. Dan sesekali ajaklah dirimu untuk berkontemplasi menggunakan hati nurani.”
Menakjubkan sekali. Ketika seseorang mengikuti petuah sang kura, ternyata dia menemukan bahwa akal itu bukanlah segala-galanya. Justru orang yang terlampau menggunakan akal tidak akan pernah berhasil menjadi mahluk sempurna. Karena, kesempurnaan manusia diperoleh dari penggunaan yang seimbang antara akal dan hati. Ketika seseorang hanya menggunakan hati, dia menjadi orang baik yang kurang produktif. Dan ketika seseorang hanya menggunakan akal, maka dia akan menjadi orang kompetitif yang sangat destruktif.
Tetapi, ketika seseorang menggunakan akal dan hati dalam sebuah perpaduan harmoni, dia menjadi orang berprestasi tinggi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dirinya sendiri.
Dan menakjubkan sekali, karena ternyata; ketika dia mengkombinasikan hatinyalah segala hasil karya cipta akalnya menjadi maslahat tidak hanya bagi dirinya sendiri. Melainkan bagi orang lain. Ketika semakin besar cakupan pengaruhnya, semakin luas dampak positifnya. Sehingga, boleh jadi suatu saat nanti; dia bisa berkontribusi kepada kepentingan seluruh umat manusia. Karena, kecanggihan akal pikirannya diimbangi oleh pertimbangan hati nurani untuk kemaslahatan bersama. Bukan semata kepentingan pribadi. Sebab, akal dan hati itu seperti dua sisi keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Ingatlah… Tanpa akal, hati tidak bisa mencukupi hidup. Dan tanpa hati, akal sering membuat kerusakan. Sedangkan dengan akal dan hati; kita bisa saling berkontribusi.