Selasa, 30 April 2013
Minggu, 21 April 2013
8 Cara Inovativ Untuk Orang Tidak Inovativ
Banyak orang menganggap bahwa menjadi inovatif tidak pernah mudah. Proses inovasi harus ditempa dengan bertahun-tahun menekuni bangku kuliah atau pergi ke sebuah desa terpencil dimana ide bisa datang tanpa malu-malu. Ada pula sebagian anggapan bahwa inovasi adalah bakat, bawaan dari lahir, hingga menganggapnya sebuah takdir. Setuju atau tidak dengan ide tersebut, anda harus membaca 8 cara menjadi inovatif seperti yang dilansir Inc berikut.
1. Bayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi
Membayangkan hal yang baik-baik tentu cukup mudah. Cobalah bayangkan apa yang akan anda lakukan dengan uang miliaran hasil warisan, mungkin terbayang liburan di Hawaii atau berplesir ke mancanegara. Namun sekarang bayangkan bila anda jatuh bangkrut dan tidak memiliki harta. Mungkin anda tidak mau atau takut untuk melakukannya. Percayalah bahwa dengan berpikir mengenai hal terburuk yang mungkin terjadi akan menjadikan anda lebih inovatif. Jangan tanggung-tanggung, bayangkan yang paling buruk.
2. Memainkan game “why”
Selalu bertanya “kenapa” akan memberikan banyak jawaban yang mungkin belum anda pikirkan sebelumnya. Bayangkan rangkaian kejadian yang akan terjadi bila anda mengambil sebuah keputusan.
3. Berpura-puralah tidak punya uang
Saat anda berada dalam zona aman, utamanya secara finansial, biasanya anda akan mudah menepis atau mengacuhkan hal-hal kecil yang bisa jadi sangat bernilai. Berpura-puralah tidak punya uang, maka mau tidak mau anda harus bergerak untuk mempertahankan hidup. Situasi ini akan menstimulasi kerja otak untuk lebih inovatif. Anda akan memperhatikan hal yang benar-benar penting untuk hidup anda dan mampu merubah keadaan.
4. . Berpura-puralah tidak ada aturan
Setiap organisasi dan perusahaan memiliki peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Namun cobalah untuk tidak membatasi diri pada sebuah aturan, anda akan lebih leluasa untuk mengembangkan imajinasi dan menjadi inovatif. Kadang sebuah peraturan bukanlah benar-benar sebuah aturan, namun sebuah rutinitas dimana anda menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari.
5. Berpura-puralah hanya punya 5 menit
Tidak banyak orang yang tahu bahwa kecepatan adalah salah satu inti dari inovasi. BIla anda menemui sebuah masalah, maka katakan pada diri anda bahwa anda hanya punya lima menit untuk menyelesaikannya. Segera lakukan hal yang perlu dilakukan dan ambillah sebuah keputusan.
6. Bayangkan kesempurnaan
Dalam merencanakan bisnis, biasanya kita akan menetapkan target dalam persentase. Peningkatan sales tahun depan harus mencapai 30 persen, misalnya. Sekarang bayangkan bahwa target anda adalah sebuh kesempurnaan. Bayangkan bahwa saat membangun sebuah bisnis, anda tidak menginginkan peningkatan, tapi kesempurnaan. Anda harus break down langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam tahap-tahap yang lebih detail. Hal ini akan membantu otak anda untuk bekerja lebih inovatif. Selalu bayangkan kesempurnaan, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai itu
7. Kacaukan sesuatu dengan Sengaja
Dalam proses untuk menjadi lebih inovatif, kadang dibutuhkan sebuah eksperimen dimana kreativitas menjadi lebih terasah. Pilihlah sebuah proses atau tugas yang sudah berjalan lancar, lalu hentikan seketika atau kacaukan dengan sengaja dan lihatlah apa yang terjadi. Namun sebelum melakukan ini, pastikan proses atau tugas tersebut tidak berhubungan langsung dengan konsumen atau menyebabkan kerugian yang terlalu.
8. Berkunjunglah dan pinjam
Inovasi juga harus didorong dari luar. Oleh karenanya, lakukan kunjungan kerja dan lihat bagaimana orang lain melakukan sesuatu dengan baik. Pinjamlah hal itu dan coba terapkan dalam bisnis anda. Saat menggabungkan temuan itu dalam bisnis anda, mungkin hal itu bisa jadi inovasi yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
1. Bayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi
Membayangkan hal yang baik-baik tentu cukup mudah. Cobalah bayangkan apa yang akan anda lakukan dengan uang miliaran hasil warisan, mungkin terbayang liburan di Hawaii atau berplesir ke mancanegara. Namun sekarang bayangkan bila anda jatuh bangkrut dan tidak memiliki harta. Mungkin anda tidak mau atau takut untuk melakukannya. Percayalah bahwa dengan berpikir mengenai hal terburuk yang mungkin terjadi akan menjadikan anda lebih inovatif. Jangan tanggung-tanggung, bayangkan yang paling buruk.
2. Memainkan game “why”
Selalu bertanya “kenapa” akan memberikan banyak jawaban yang mungkin belum anda pikirkan sebelumnya. Bayangkan rangkaian kejadian yang akan terjadi bila anda mengambil sebuah keputusan.
3. Berpura-puralah tidak punya uang
Saat anda berada dalam zona aman, utamanya secara finansial, biasanya anda akan mudah menepis atau mengacuhkan hal-hal kecil yang bisa jadi sangat bernilai. Berpura-puralah tidak punya uang, maka mau tidak mau anda harus bergerak untuk mempertahankan hidup. Situasi ini akan menstimulasi kerja otak untuk lebih inovatif. Anda akan memperhatikan hal yang benar-benar penting untuk hidup anda dan mampu merubah keadaan.
4. . Berpura-puralah tidak ada aturan
Setiap organisasi dan perusahaan memiliki peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Namun cobalah untuk tidak membatasi diri pada sebuah aturan, anda akan lebih leluasa untuk mengembangkan imajinasi dan menjadi inovatif. Kadang sebuah peraturan bukanlah benar-benar sebuah aturan, namun sebuah rutinitas dimana anda menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari.
5. Berpura-puralah hanya punya 5 menit
Tidak banyak orang yang tahu bahwa kecepatan adalah salah satu inti dari inovasi. BIla anda menemui sebuah masalah, maka katakan pada diri anda bahwa anda hanya punya lima menit untuk menyelesaikannya. Segera lakukan hal yang perlu dilakukan dan ambillah sebuah keputusan.
6. Bayangkan kesempurnaan
Dalam merencanakan bisnis, biasanya kita akan menetapkan target dalam persentase. Peningkatan sales tahun depan harus mencapai 30 persen, misalnya. Sekarang bayangkan bahwa target anda adalah sebuh kesempurnaan. Bayangkan bahwa saat membangun sebuah bisnis, anda tidak menginginkan peningkatan, tapi kesempurnaan. Anda harus break down langkah-langkah yang harus anda lakukan dalam tahap-tahap yang lebih detail. Hal ini akan membantu otak anda untuk bekerja lebih inovatif. Selalu bayangkan kesempurnaan, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai itu
7. Kacaukan sesuatu dengan Sengaja
Dalam proses untuk menjadi lebih inovatif, kadang dibutuhkan sebuah eksperimen dimana kreativitas menjadi lebih terasah. Pilihlah sebuah proses atau tugas yang sudah berjalan lancar, lalu hentikan seketika atau kacaukan dengan sengaja dan lihatlah apa yang terjadi. Namun sebelum melakukan ini, pastikan proses atau tugas tersebut tidak berhubungan langsung dengan konsumen atau menyebabkan kerugian yang terlalu.
8. Berkunjunglah dan pinjam
Inovasi juga harus didorong dari luar. Oleh karenanya, lakukan kunjungan kerja dan lihat bagaimana orang lain melakukan sesuatu dengan baik. Pinjamlah hal itu dan coba terapkan dalam bisnis anda. Saat menggabungkan temuan itu dalam bisnis anda, mungkin hal itu bisa jadi inovasi yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Jumat, 19 April 2013
Meeting Up 073.03
Nah, kali ini kita pada ngumpul dijakarta lagi. Dan memang gak semuanya pada bisa ngumpul, cuma berempatan sih (gw, Rio, Marsel, tukul) sebenarnya sih mereka bawa pasangan masing-masing, cuma gw doang yg single eh jomblo deng hahaha. Yap kita ngumpul di suatu tongkrongan di lapiazza kelapa gading, yah sambil becanda-canda, ketawa ketiwi kita sambil ngobrolin rencana dibali untuk ngerayain ulang tahun angkatan yang ke 10th..wuihh gak berasa ud menuju 10th aja nih kita. Yah tetap dengan rencana gila sampe rencana normal yang kita bahas. InsaAllah semua rencana bisa berjalan lancar, dan kita semua bisa berkumpul dibali. Aamiin.
Road to Bali 13-15 Februari 2014!!!
Sampe ketemu dibali bro n sist...
Aamiin.
Road to Bali 13-15 Februari 2014!!!
Sampe ketemu dibali bro n sist...
Aamiin.
Kamis, 18 April 2013
Biasa - Biasa Saja
Biasa-Biasa Saja
Pernah suatu kali ada seorang pelatih olahraga dengan bersemangat berpidato di depan timnya: MUSUH DARI HEBAT ADALAH BAGUS! (the enemy of GREAT is GOOD)
Pernyataan sederhana itu mengandung kebijaksanaan yang luar biasa. Selama kita merasa puas dengan yang bagus, kita tidak akan pernah menjadi yang hebat.
Penulis Inggris, Somerset Maugham, pernah berkata, "Yang menarik dari kehidupan adalah jika anda menginginkan hanya yang terbaik, biasanya anda akan mendapatkannya."
Sebaliknya juga benar. Jika anda menginginkan kehidupan yang biasa-biasa atau seadanya, anda juga akan mencapainya.
Sejumlah orang menjalani kehidupan tanpa menyadari adanya "alasan" yang membebani mereka. Beberapa orang lain menyadarinya, tetapi terus memelihara "alasan" tersebut.
Mengapa? Karena "alasan" tersebut memberikan zona nyaman, dimana pencapaian seadanya bisa diterima umum.
Mereka dengan rela memelihara berbagai "alasan" tersebut karena hal itu memungkinkan mereka menyerahkan tanggung jawab atas kesuksesan mereka kepada orang lain, sekaligus menimpakan kesalahan atas kegagalan mereka pada orang lain.
Mereka punya alasan "yang masuk akal" untuk setiap hal dalam kehidupan mereka.
Tetapi, jika kita tiba-tiba tidak memiliki alasan apa pun untuk membenarkan pencapaian kita yang seadanya, hanya tersisa dua pilihan sederhana:
1. Menerima 100% tanggung jawab atas situasi di sekitar kita dan mulai melakukan perubahan (kesuksesan!)
2. Menerima bahwa kita tidak mampu mengendalikan kehidupan dan menyerah pasrah (kegagalan!)
Jika dihadapkan pada dua pilihan ini, berubah atau menyerah, tampaknya cukup jelas mana yang seharusnya kita pilih.
Tetapi sayangnya, "alasan" menyediakan pilihan ketiga. Sebuah pilihan yang akibatnya lebih parah daripada kegagalan itu sendiri, yaitu: PENCAPAIAN SEADANYA.
"Alasan" seakan mengubah kita dari orang yang punya niat baik (untuk berubah), tetapi "terpaksa" menjadi korban nasib yang kejam. Kita sebetulnya ingin menjadi hebat, tetapi tidak bisa. Kita ingin mencapai sasaran yang bagus, tetapi tidak mampu melakukannya. Kita tidak memiliki kesempatan, tidak punya gen, keturunan atau bakat sukses, tidak punya nasib baik.... dan seribu satu alasan lain.... yang membuat kita "harus" puas dengan apa adanya yang bisa kita dapatkan.
Pilihan ketiga itu... PENCAPAIAN SEADANYA (BIASA-BIASA SAJA)... bahkan lebih buruk daripada kegagalan total.
Bila jatuh ke dasar, paling tidak akan memaksa kita untuk melihat kembali keadaan kita, dan mempertimbangkan pilihan-pilihan lain. Ketika anda menumbuk dasar dan mendapati diri anda pada titik terendah kehidupan, hanya ada satu jalan yang harus dituju: NAIK.
Penderitaan, kegagalan total, atau kehancuran mutlak menciptakan situasi LAKUKAN ATAU MATI, yang akan memaksa kita bertindak.
Namun tidak begitu dengan pencapaian seadanya. Bahaya terbesar dari pencapaian seadanya adalah bahwa HAL ITU BISA DITOLERANSI. Kita bisa "nyaman" hidup di tengahnya dan terbiasa dengannya.
PENCAPAIAN SEADANYA ini mungkin terasa mengganggu, atau kadang terasa cukup menyakitkan begitu disadari. Tetapi seringkali tidak pernah cukup membuat frustasi, untuk membuat kita memutuskan melakukan perubahan.
Apakah anda kenal seseorang yang berada dalam situasi seperti itu?
Bagaimana dengan anda sendiri?
("Once Upon A Cow", Dr. Camilo Cruz)
Post to Facebook Post to Twitter Post to Linkedin Post to MySpace
Selasa, 16 April 2013
Rencana kita dan RencanaNYA
Setelah beberapa jam berbagi informasi dengan salah satu teman, saya dapat mengambil suatu kesimpulan yang dapat menjadi materi dalam perjalanan kedepan. Memang dalam melakukan hal apapun kita harus selalu tekun melakukannya, semakin tekun akan semakin dapat melihat sejauh mana kita terus berusaha mendapat hasilnya. Tapi semua itu pastilah tidak semudah dalam fikiran, angan dan mimpi. Seberapa kuat dan mampu kah kita melewati rintangan-rintangan yang ada. Karena rintangan - rintangan itu pun tidak hanya datang sekali saja, dia kan selalu hadir disaat terduga maupun tidak terduga. Rintangan akan selalu menemani dalam setiap proses mencapai pencapaian yang ingin kita dapatkan.
RencanyaNya, Rencana kita, Rencana pihak lain. Ini terus yang harus kita ingat, yang harus kita ketahui, yang harus kita pahami. Pastilah setiap mimpi, impian, dan rencana akan selalu yang baik dan kita inginkan yang terbaik. Dalam proses aktual untuk mencapainya akan kita hadapi sesuatu yang memancing kita untuk menyerah dalam keadaan, apapun itu. Suatu cara upaya yang kita lakukan untuk menghadapinya akan lebih baik ketimbang menyerah. Menyerah tidak akan menghasilkan apapun, tapi kalau kita tetap berupaya itu akan membuat kita mendapatkan peluang yang seberapa pun hasilnya.
Semua proses selalu akan melekat pada suatu perumpamaan proses bumi yang disuburkan Oleh hujan, lalu akan mengering pada usainya musim penghujan dan akan tertiupkan angin apapun pada sesuatu hal yang telah kering, dan akan subur kembali karena angin yang mengantarkan hujan kembali datang. Terkadang melupakan perumpamaan tersebut hanya karena kita terlena saat diatas sehingga membuat kita terjatuh, dan berupaya melupakan dan mengevaluasi diri dari kesalahan yang membuat kita terjatuh tersebut agar dapat menjadi lebih baik lagi ketika sampai diatas kembali.
Belajar dari artikel yang baru saya baca, dimana sipenulis mengambil contoh kasus perusahaan yang sedang diambang kebangkrutan, dia menceritakan bagaimana pemilik, manajemennya dan para pekerjanya berusaha tetap konsisten dalam memaksimalkan, mengefisiensikan pekerjaaan. Mereka tetap memegang teguh kedisiplinan, sehingga tanpa disadari mereka, perusahaan tersebut dapat kembali keposisi normal bahkan dapat berdiri tegak kembali. Saya sendiripun mengambil contoh pada dimana tempat saya bekerja, memang dimasa-masa sulit sangat berat sekali memupuk jiwa dan mentalitas seperti dalam keadaan normal. Dimana perusahaan ini mulai merangkak, dan mulai dikenal banyak orang, disaat ini pulalah perusahaan mendapat guncangan. Isu - isu konflik managemant membuat semakin tergoyahkan para pekerja yang ada, trik dan trik mulai meradang, sikap loyalitas mulai berkurang, semangat mulai mengendur. Lalu apakah saya harus menyelamatkan diri sendiri?! Dalam segi kenyamanan selalu mengguncang saya untuk egois memikirkan diri sendiri,sedangkan pada sisi lain saya juga memikirkan bagaimana keluarga-keluarga didalam perusahaan ini, karena mereka adalah teman yang telah bermorfosis menjadi hubungan kekeluargaan yang erat sekali.
Keadaan ini sudah berjalan selama 6 bulan kebalakang, dan harapan - harapan kami adalah keadaan ini bisa membaik, dan kami bisa bangkit berkembang menghadapi persaingan pada bidang industri yang kami geluti. Semuanya adalah kembali pada usaha kami sendiri untuk mencapainya, dan yang pasti doa sebagai pamungkas untuk meminta kepada Allah SWT.
Dari hal yang saya dapatkan ini menjadikan suatu pengalaman yang berharga, saya yakin sekali.
Saat ini saya hanya berpegang teguh pada suatu keinginan yang membuat saya merasa penasaran, karena saya sempat berfikir "saya di perusahaan ini dari awal sekali, saya ingin merasakan senang, dan sakit dalam menjalanin prosesnya, klo saya bisa melihat masa jaya-jayanya kemarin, kenapa saya juga gak bisa melihat, merasakan masa-masa sulit seperti sekarang, toh ini belum berakhir. Saya harus melihat bagaimana ujung dari usaha-usaha yang telah kita lakukan bersama".
Keadaan baik yang selalu kita inginkan adalah hal yang tak pasti, kita takkan pernah tau didepan itu bagaimana. Pemilik segala Ketahuan adalah Allah SWT, maka kita hanya bisa berusaha dan biarkan Allah SWT yang menentukan. Apapun hasilnya nanti itu adalah upaya yang telah kita usahakan. Tetap semangat, selalu sabar, MERDEKA TERUS!!!
RencanyaNya, Rencana kita, Rencana pihak lain. Ini terus yang harus kita ingat, yang harus kita ketahui, yang harus kita pahami. Pastilah setiap mimpi, impian, dan rencana akan selalu yang baik dan kita inginkan yang terbaik. Dalam proses aktual untuk mencapainya akan kita hadapi sesuatu yang memancing kita untuk menyerah dalam keadaan, apapun itu. Suatu cara upaya yang kita lakukan untuk menghadapinya akan lebih baik ketimbang menyerah. Menyerah tidak akan menghasilkan apapun, tapi kalau kita tetap berupaya itu akan membuat kita mendapatkan peluang yang seberapa pun hasilnya.
Semua proses selalu akan melekat pada suatu perumpamaan proses bumi yang disuburkan Oleh hujan, lalu akan mengering pada usainya musim penghujan dan akan tertiupkan angin apapun pada sesuatu hal yang telah kering, dan akan subur kembali karena angin yang mengantarkan hujan kembali datang. Terkadang melupakan perumpamaan tersebut hanya karena kita terlena saat diatas sehingga membuat kita terjatuh, dan berupaya melupakan dan mengevaluasi diri dari kesalahan yang membuat kita terjatuh tersebut agar dapat menjadi lebih baik lagi ketika sampai diatas kembali.
Belajar dari artikel yang baru saya baca, dimana sipenulis mengambil contoh kasus perusahaan yang sedang diambang kebangkrutan, dia menceritakan bagaimana pemilik, manajemennya dan para pekerjanya berusaha tetap konsisten dalam memaksimalkan, mengefisiensikan pekerjaaan. Mereka tetap memegang teguh kedisiplinan, sehingga tanpa disadari mereka, perusahaan tersebut dapat kembali keposisi normal bahkan dapat berdiri tegak kembali. Saya sendiripun mengambil contoh pada dimana tempat saya bekerja, memang dimasa-masa sulit sangat berat sekali memupuk jiwa dan mentalitas seperti dalam keadaan normal. Dimana perusahaan ini mulai merangkak, dan mulai dikenal banyak orang, disaat ini pulalah perusahaan mendapat guncangan. Isu - isu konflik managemant membuat semakin tergoyahkan para pekerja yang ada, trik dan trik mulai meradang, sikap loyalitas mulai berkurang, semangat mulai mengendur. Lalu apakah saya harus menyelamatkan diri sendiri?! Dalam segi kenyamanan selalu mengguncang saya untuk egois memikirkan diri sendiri,sedangkan pada sisi lain saya juga memikirkan bagaimana keluarga-keluarga didalam perusahaan ini, karena mereka adalah teman yang telah bermorfosis menjadi hubungan kekeluargaan yang erat sekali.
Keadaan ini sudah berjalan selama 6 bulan kebalakang, dan harapan - harapan kami adalah keadaan ini bisa membaik, dan kami bisa bangkit berkembang menghadapi persaingan pada bidang industri yang kami geluti. Semuanya adalah kembali pada usaha kami sendiri untuk mencapainya, dan yang pasti doa sebagai pamungkas untuk meminta kepada Allah SWT.
Dari hal yang saya dapatkan ini menjadikan suatu pengalaman yang berharga, saya yakin sekali.
Saat ini saya hanya berpegang teguh pada suatu keinginan yang membuat saya merasa penasaran, karena saya sempat berfikir "saya di perusahaan ini dari awal sekali, saya ingin merasakan senang, dan sakit dalam menjalanin prosesnya, klo saya bisa melihat masa jaya-jayanya kemarin, kenapa saya juga gak bisa melihat, merasakan masa-masa sulit seperti sekarang, toh ini belum berakhir. Saya harus melihat bagaimana ujung dari usaha-usaha yang telah kita lakukan bersama".
Keadaan baik yang selalu kita inginkan adalah hal yang tak pasti, kita takkan pernah tau didepan itu bagaimana. Pemilik segala Ketahuan adalah Allah SWT, maka kita hanya bisa berusaha dan biarkan Allah SWT yang menentukan. Apapun hasilnya nanti itu adalah upaya yang telah kita usahakan. Tetap semangat, selalu sabar, MERDEKA TERUS!!!
Senin, 15 April 2013
Kopi
Banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak sadar bahwa negara kita tercinta, Indonesia. Adalah penghasil kopi terbesar No.3 di Dunia ( Setelah Brazil & Vietnam ).
Dan banyak yang tidak sadar pula bahwa. Biji kopi Indonesia yang berkualitas ( Specialty ) di ekspor keluar negeri. Banyak pula orang Indonesia yang tidak sadar bahwa kopi sachet yang sering mereka minum selama ini seperti : Kapal Aer, Pot Coffee, Tarobikar Dll. Berasal dari kopi yang berkualitas rendah. Bahkan beberapa perusahaan Kopi Sachet mencampurkan bahan asing bersatu bersama biji kopi. Seperti kopi Kapal Aer yang mencampurkan bahan Jagung agar mendapatkan rasa yang gurih dan manis.
Kopi Berkualitas Rendah
Percayakah Agan, Kopi Sachet yang biasa agan biasa minum itu berasal dari kopi berkualitas rendah?. Coba Perhatikan baik-baik !
Harga normal biji kopi Robusta berkualitas baik yang sudah di sangrai di jual di Indonesia berkisar seharga Rp 45.000 per 250 gram. Coba di bandingkan dengan Kapal Aer. Kalian bisa menebus 250 gram bubuk kopi Robusta Cap Kapal Aer hanya dengan Rp 9000 (?). Perbandingan yang cukup "Jomplang" kan?. Hampir mustahil kalau kopi sachetan itu berasal dari biji kopi yang berkualitas baik. Karena dari Modal Biji kopi Robusta berkualitas Cukup baik yang sebelum di sangrai ( Green Bean ) Seharga 50.000 Per Kilo. ( 50000/kilo : 1/4 = 12.500 ). Jadi, Butuh Rp12.500 hanya untuk modal Green Bean nya saja, itu belum termasuk Packaging, Pemasaran, biaya sangrai,dll. Jelas rugi bila di jual dengan harga Rp9000 itu.
Perusahaan-Perusahaan kopi sachet pun mengakali nya dengan cara menggunakan biji berkualitas rendah atau bahkan menggunakan biji yang tidak lolos sortir ekspor ( di beberapa kasus pabrik lokal daerah ). Untuk menekan biaya produksi nya.
Green Bean Berkualitas Baik
Spoiler for Green "Good" Bean: d
Green Bean Kualitas Buruk
Spoiler for Green " Bad" Bean:
Fakta dibalik mitos kopi
Di dunia terdapat dua jenis kopi yang selalu menjadi pilihan untuk di jadikan minuman, yakni : Robusta & Arabica. Kopi Robusta memiliki harga yang relatif lebih murah daripada Arabica. kopi Robusta memiliki karakteristik rasa yang cenderung kearah "Pahit". Efek dari banyak nya Kafein yang terkandung di dalam nya. Sementara itu Arabica, di hargai lebih mahal daripada Robusta, itu dikarenakan proses penanaman & pra panen nya yang lebih rumit. Dan karakteristik kopi Arabica lebih cenderung kearah "asam". Selain itu Kafein yang teerdapat di Kopi Arabica jauh lebih sedikiit jika di bandingkan dengan Robusta,Liberica,Excelsa,Dll. Bahkan di Brazil telah di temukan biji kopi Arabica tanpa Kafein sama sekali (Decaf)
Beberapa kawan pernah bertanya kepada saya. " kenapa yah, kalau saya minum kopi itu, perut saya menjadi sakit. Seperti asam lambung...".
Saya tegaskan disini, hal2 yang terjadi seperti di atas itu tidak ada kaitan nya sama sekali dengan kopi ( yang bagus ). Kopi Arabica yang saya bilang asam, itu sebenarnya bukan biang keladi dari asam lambung agan. Asam yang terdapat di kopi Arabica itu hanya "Sensasi" yang terdapat di Lidah . Berikut ada 3 faktor utama yang menjadi penyebab "Asam lambung" seperti kasus di atas. :
1. Lihat dulu, anda sedang meminum kopi apa?. Kopi Sachet?...ya sudahlah tidak perlu di bahas
2. Sakit perut tersebut mungkin terjadi karena agan belum makan . Kopi itu bersifat merangsang lambung untuk bekerja, dan bila di lambung tidak ada asupan. jadilah sakit perut. Karena itu sebelum ngopi lebih baik makan dulu biar nikmat! ( Kayak ngerokok coy! : )
3. Dan yang terakhir itu, kemungkinan karena Alat kopi/ Gelas yang yang digunakan dalam keadaan kurang bersih. jangankan untuk minum kopi, untuk makan biasa saja, bisa menjadi sakit perut.
" Takut ah!, kalu banyak minum kopi nanti tidak bisa tidur >.< ". itu juga tergantung dari jenis kopi apa yang agan minum?. Zat Kafein lah yang menyebabkan orang menjadi "Kuat Begadang". Zat Kafein banyak terkandung di dalam kopi Robusta. Kopi yang banyak di temukan di kopi-kopi sachet. Sementara itu di dalam kopi Arabica hanya sedikit kandungan Kafein nya. jadi Kopi Arabica saya sarankan, bila jam tidur agan tidak ingin terganggu.
Dan banyak yang tidak sadar pula bahwa. Biji kopi Indonesia yang berkualitas ( Specialty ) di ekspor keluar negeri. Banyak pula orang Indonesia yang tidak sadar bahwa kopi sachet yang sering mereka minum selama ini seperti : Kapal Aer, Pot Coffee, Tarobikar Dll. Berasal dari kopi yang berkualitas rendah. Bahkan beberapa perusahaan Kopi Sachet mencampurkan bahan asing bersatu bersama biji kopi. Seperti kopi Kapal Aer yang mencampurkan bahan Jagung agar mendapatkan rasa yang gurih dan manis.
Kopi Berkualitas Rendah
Percayakah Agan, Kopi Sachet yang biasa agan biasa minum itu berasal dari kopi berkualitas rendah?. Coba Perhatikan baik-baik !
Harga normal biji kopi Robusta berkualitas baik yang sudah di sangrai di jual di Indonesia berkisar seharga Rp 45.000 per 250 gram. Coba di bandingkan dengan Kapal Aer. Kalian bisa menebus 250 gram bubuk kopi Robusta Cap Kapal Aer hanya dengan Rp 9000 (?). Perbandingan yang cukup "Jomplang" kan?. Hampir mustahil kalau kopi sachetan itu berasal dari biji kopi yang berkualitas baik. Karena dari Modal Biji kopi Robusta berkualitas Cukup baik yang sebelum di sangrai ( Green Bean ) Seharga 50.000 Per Kilo. ( 50000/kilo : 1/4 = 12.500 ). Jadi, Butuh Rp12.500 hanya untuk modal Green Bean nya saja, itu belum termasuk Packaging, Pemasaran, biaya sangrai,dll. Jelas rugi bila di jual dengan harga Rp9000 itu.
Perusahaan-Perusahaan kopi sachet pun mengakali nya dengan cara menggunakan biji berkualitas rendah atau bahkan menggunakan biji yang tidak lolos sortir ekspor ( di beberapa kasus pabrik lokal daerah ). Untuk menekan biaya produksi nya.
Green Bean Berkualitas Baik
Spoiler for Green "Good" Bean: d
Green Bean Kualitas Buruk
Spoiler for Green " Bad" Bean:
Fakta dibalik mitos kopi
Di dunia terdapat dua jenis kopi yang selalu menjadi pilihan untuk di jadikan minuman, yakni : Robusta & Arabica. Kopi Robusta memiliki harga yang relatif lebih murah daripada Arabica. kopi Robusta memiliki karakteristik rasa yang cenderung kearah "Pahit". Efek dari banyak nya Kafein yang terkandung di dalam nya. Sementara itu Arabica, di hargai lebih mahal daripada Robusta, itu dikarenakan proses penanaman & pra panen nya yang lebih rumit. Dan karakteristik kopi Arabica lebih cenderung kearah "asam". Selain itu Kafein yang teerdapat di Kopi Arabica jauh lebih sedikiit jika di bandingkan dengan Robusta,Liberica,Excelsa,Dll. Bahkan di Brazil telah di temukan biji kopi Arabica tanpa Kafein sama sekali (Decaf)
Beberapa kawan pernah bertanya kepada saya. " kenapa yah, kalau saya minum kopi itu, perut saya menjadi sakit. Seperti asam lambung...".
Saya tegaskan disini, hal2 yang terjadi seperti di atas itu tidak ada kaitan nya sama sekali dengan kopi ( yang bagus ). Kopi Arabica yang saya bilang asam, itu sebenarnya bukan biang keladi dari asam lambung agan. Asam yang terdapat di kopi Arabica itu hanya "Sensasi" yang terdapat di Lidah . Berikut ada 3 faktor utama yang menjadi penyebab "Asam lambung" seperti kasus di atas. :
1. Lihat dulu, anda sedang meminum kopi apa?. Kopi Sachet?...ya sudahlah tidak perlu di bahas
2. Sakit perut tersebut mungkin terjadi karena agan belum makan . Kopi itu bersifat merangsang lambung untuk bekerja, dan bila di lambung tidak ada asupan. jadilah sakit perut. Karena itu sebelum ngopi lebih baik makan dulu biar nikmat! ( Kayak ngerokok coy! : )
3. Dan yang terakhir itu, kemungkinan karena Alat kopi/ Gelas yang yang digunakan dalam keadaan kurang bersih. jangankan untuk minum kopi, untuk makan biasa saja, bisa menjadi sakit perut.
" Takut ah!, kalu banyak minum kopi nanti tidak bisa tidur >.< ". itu juga tergantung dari jenis kopi apa yang agan minum?. Zat Kafein lah yang menyebabkan orang menjadi "Kuat Begadang". Zat Kafein banyak terkandung di dalam kopi Robusta. Kopi yang banyak di temukan di kopi-kopi sachet. Sementara itu di dalam kopi Arabica hanya sedikit kandungan Kafein nya. jadi Kopi Arabica saya sarankan, bila jam tidur agan tidak ingin terganggu.
Rabu, 20 Februari 2013
BWE - Bucket Wheel Excavator (Excavator Terbesar Di Dunia)
Inilah mesin tambang raksasa sejenis excavator buatan Krupp, pabrikan asal Jerman ini berukuran panjang 300 meter dan berat 45.500 ton, dan mampu bergerak dengan roda rantainya dibanyak area pertambangan terbuka (open pit mining).
Kabar perpindahan terakhirnya terjadi pada tahun 2001, ketika mesin ini bergerak dari satu pertambangan ke pertambangan yang lain - menempuh jarak 22km, menjelajahi daratan, jalan raya, menyeberangi rel kereta api, pinggiran kota dan pedesaan. Karena mesin ini tidak bisa begitu saja melewati rintangan-rintangan itu, karena akan merusaknya. Para pekerja menyiapkan lapissan pasir untuk alas disepanjang jalannya ketika melewati rel KA, Jalan raya, memindahakan tiang-tiang listrik, dan menyebarkan rumput-rumput khusus di atas tanah yang dilaluinya untuk mempermudah jalannya.
Butuh waktu 3 minggu untuk memindahkannya!! Ketika sampai di tempatnya mesin ini akan melahap bukit-bukit batubara, batu-batu karang dengan rakus!!!
Silahkan lihat homepage Krupps yang mempertunjukkan keluarga mesin-mesin monsternya.
http://en.wikipedia.org/wiki/Krupp
Overburden Conveyor Bridge F60
Mesin raksasa ini dinamakan Overburden Conveyor Bridge F60, berlokasi di Lichterfeld. Raksasa besi ini memiliki panjang 502 meter, lebar 202 meter, tinggi 80 meter dan berat 11.000 ton. Di buat di Jerman Timur tahun 1991 oleh VEB TAKRAF Lauchammer. Setelah beroperasi hanya selama 13 bulan, mesin ini diistirahatkan karena tidak ramah energi. Pertambangan Klettwitz-Nord tempat dioperasikannya mesin conveyor ini ditutup. Saat ini mesin ini disebut sebagai "menara eifell yang terbaring".
Perbandingan F60 dengan Menara Eiffel.
"Big Muskie" Raksasa berjalan di Ohio
Excavator berjalan "Big Muskie" pernah menjadi mesin pemindah tanah terbesar di muka bumi. Dibuat tahun 1969, mesin ini mampu memindahkan 39 Juta pound tanah dan batu tiap jamnya,
“Big Muskie”, Raksasa Berjalan di Ohio
Excavator berjalan “Big Muskie” pernah menjadi Mesin Pemindah Tanah Terbesar di Muka Bumi. Dibuat tahun 1969, mesin ini mampu memindahkan 39 juta pound tanah dan batu tiap jamnya, merengjuh batubara hingga kedalaman 100-150 kaki di tenggara Ohio. BM mampu mengayun sepanjang 600 kaki, bergerak menjelajahi daratan dengan 4 tumpuan raksasanya.
Perhatikan tanda panah di gambar ini. Itu adalah truk tambang, yang butuh waktu 2 jam untuk mendaki dari dasar lubang.
Sumber : http://www.didunia.net/2012/11/excavator-terbesar-di-dunia.html
Kabar perpindahan terakhirnya terjadi pada tahun 2001, ketika mesin ini bergerak dari satu pertambangan ke pertambangan yang lain - menempuh jarak 22km, menjelajahi daratan, jalan raya, menyeberangi rel kereta api, pinggiran kota dan pedesaan. Karena mesin ini tidak bisa begitu saja melewati rintangan-rintangan itu, karena akan merusaknya. Para pekerja menyiapkan lapissan pasir untuk alas disepanjang jalannya ketika melewati rel KA, Jalan raya, memindahakan tiang-tiang listrik, dan menyebarkan rumput-rumput khusus di atas tanah yang dilaluinya untuk mempermudah jalannya.
Butuh waktu 3 minggu untuk memindahkannya!! Ketika sampai di tempatnya mesin ini akan melahap bukit-bukit batubara, batu-batu karang dengan rakus!!!
http://en.wikipedia.org/wiki/Krupp
Overburden Conveyor Bridge F60
Mesin raksasa ini dinamakan Overburden Conveyor Bridge F60, berlokasi di Lichterfeld. Raksasa besi ini memiliki panjang 502 meter, lebar 202 meter, tinggi 80 meter dan berat 11.000 ton. Di buat di Jerman Timur tahun 1991 oleh VEB TAKRAF Lauchammer. Setelah beroperasi hanya selama 13 bulan, mesin ini diistirahatkan karena tidak ramah energi. Pertambangan Klettwitz-Nord tempat dioperasikannya mesin conveyor ini ditutup. Saat ini mesin ini disebut sebagai "menara eifell yang terbaring".
Perbandingan F60 dengan Menara Eiffel.
"Big Muskie" Raksasa berjalan di Ohio
Excavator berjalan "Big Muskie" pernah menjadi mesin pemindah tanah terbesar di muka bumi. Dibuat tahun 1969, mesin ini mampu memindahkan 39 Juta pound tanah dan batu tiap jamnya,
“Big Muskie”, Raksasa Berjalan di Ohio
Excavator berjalan “Big Muskie” pernah menjadi Mesin Pemindah Tanah Terbesar di Muka Bumi. Dibuat tahun 1969, mesin ini mampu memindahkan 39 juta pound tanah dan batu tiap jamnya, merengjuh batubara hingga kedalaman 100-150 kaki di tenggara Ohio. BM mampu mengayun sepanjang 600 kaki, bergerak menjelajahi daratan dengan 4 tumpuan raksasanya.
Beroperasi hingga 1991 setelah permintaan berhenti dan juga karena kemauan dari pemiliknya. Dibongkar tahun 1999 dan hanya tersisa pengeruk raksasanya saja sebagai tontonan menarik di Reinersville, Ohio.
Mesin Besar Membuat Lubang Besar
Kalau melihat ukuran dari mesin ini tidak heran jika salah satu hasilnya adalah satu lubang tambang berlian yang berdiameter 1,25 kilometer dan kedalaman 525 meter di pusat Siberia dekat kota Mirny.
Mesin Besar Membuat Lubang Besar
Kalau melihat ukuran dari mesin ini tidak heran jika salah satu hasilnya adalah satu lubang tambang berlian yang berdiameter 1,25 kilometer dan kedalaman 525 meter di pusat Siberia dekat kota Mirny.
Perhatikan tanda panah di gambar ini. Itu adalah truk tambang, yang butuh waktu 2 jam untuk mendaki dari dasar lubang.
Sumber : http://www.didunia.net/2012/11/excavator-terbesar-di-dunia.html
Senin, 18 Februari 2013
3 Kompetensi untuk menjadi Profesional Sejati
Roda waktu terus bergerak, dan hidup terus menggelinding. Dalam perjalanan panjang itu kita terus menerus diminta untuk merekahkan segenap potensi dan kapabilitas. Kita terus ditagih untuk membentangkan ruang pertumbuhan agar self-competency bisa selalu bermekaran. Sebab, tanpa spirit untuk melakukan never ending self-improvement, tidakkah itu berarti kita telah membunuh asa untuk menjadi insan yang lebih sempurna?
Dan persis disitulah kita kemudian digedor pertanyaan yang bunyinya begini : adakah kompetensi kita hari ini lebih baik dibanding sebulan atau setahun silam? Adakah kompetensi kita selama ini bisa terus dibentangkan menuju titik-titik kesempurnaan? Atau sebaliknya : selama ini kompetensi kita going nowhere - redup dan kian terkoyak ditengah roda waktu yang terus bergerak?
Namun pertanyaan lain yang mungkin tak kalah penting adalah ini : kalaulah kita masih punya spirit untuk terus bergerak, untuk terus melenting, untuk terus menemukan ruang dimana kompetensi kita bisa menemukan tempat terindah agar tumbuh bermekaran; maka jenis kompetensi apa yang layak dikuasai? Kepingan kompetensi seperti apa yang mesti didekap erat agar kita bisa menjadi insan yang lebih sempurna, insan yang lebih paripurna?
Ditengah keriuhan hari Senin pagi yang mulai membuncah, ditengah tumpukan pekerjaan yang sebentar lagi mungkin akan menenggelamkan Anda – maka ijinkan saya untuk menyelipkan sekeping narasi tentang 3 jenis kompetensi yang barangkali penting untuk direnungkan. Ada begitu banyak ragam kompetensi yang mungkin harus kita kuasai; namun tiga kompetensi ini merupakan core competencies yang patut ditelisik dengan penuh kesungguhan. Inilah tiga jenis kompetensi yang barangkali akan membekali kita dalam petualangan panjang menjadi insan yang kian sempurna.
Kompetensi yang pertama adalah ini : strong need for achievement.
Gantungkan cita-citamu setinggi langit, nak. Begitu kidung yang dulu pernah kita dengar dengan penuh nada syahdu dari ibu kita. Tidak pernah orang tua kita berujar : gantungkan cita-citamu setinggi plafon rumah, nak.
Maknanya jelas : hidup kita terasa akan lebih sumringah kalau saja dalam raga ini bersemayam sejenis keteguhan untuk mengukir hasil kerja terbaik. Sebuah orientasi yang kental dengan semangat untuk merajut sebuah karya yang bermakna (meaningful achievement). Sebuah sikap untuk mempersembahkan kepingan pekerjaan yang layak diapresiasi.
Dan sungguh, orientasi semacam itu akan mendorong setiap insan untuk menghamparkan tanggungjawab dan dedikasi, kegigihan dalam bekerja, keihklasan dalam bertindak, dan spirit saling bekerjasama demi tercapainya common goals and purposes. Tidakkah lingkungan kita (kantor, organisasi, perusahaan) akan menjelma menjadi taman yang begitu indah kalau setiap insan bisa punya kompetensi semacam itu?
Kompetensi yang kedua adalah ini : learning spirit. Alunan ilmu terus
mengalir sederas ombak di lautan, dan pengetahuan terus menetes seperti hujan di pagi hari. Lalu kalau kita tidak memiliki kegairahan untuk terus memetik sejumput ilmu, bukankah kita hanya akan menjadi manusia-manusia yang tidak relevan?
Itulah kenapa kompetensi ini begitu penting : sebab dengan semangat untuk meringkus kepingan pengetahuan yang luas membentang, benih ketrampilan dan keahlian kita bisa terus tumbuh berkembang. Itulah kenapa Anda harus terus menenggelamkan diri Anda dalam beragam aktivitas pembelajaran : ikut seminar atau pelatihan yang relevan, menjelajah pengetahuan secara online, rajin membaca buku, atau selalu bergairah untuk melakukan sharing knowledge dengan rekan sekantor.
Kompetensi yang terakhir adalah : spirituality intelligence. Tentu saja hidup
akan lebih mulia dan indah kalau segenap pekerjaan yang kita lakukan di kantor selalu bisa ditautkan pada sejenis pengabdian kepada Sang Pemberi Pekerjaan. Inilah sebuah kompetensi yang akan terus mengajak kita untuk terus bersandar pada etika moralitas, perilaku kerja yang sarat integritas, dan juga kuyup dengan tindakan yang penuh keluhuran.
Dan itulah sejenis kompetensi yang akan terus menggandeng kita untuk tenggelam dalam aura religiusitas yang menghanyutkan dan kemuliaan hidup yang menentramkan.
Achievement orientation yang menggumpal. Learning spirit yang terus membahana. Dan semuanya dibalut dalam spirituality intelligence yang penuh keagungan. Hidup barangkali akan terasa begitu wangi kalau saja kita bisa menjalankan tiga kompetensi ini dengan penuh keteguhan.
Sumber : http://strategimanajemen.net/
Langganan:
Postingan (Atom)

