Senin, 22 Desember 2014
10 Kerajaan terbesar yang pernah ada dalam sejarah
Sabtu, 06 Desember 2014
Alam Dan Mahluk Hidup Telah Memberi Tanda Akan Turun Hujan
Pramuka adalah juga pecinta alam lalu saking cintanya maka harus mengenal tentang alam dan tanda-tandanya. Berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah :
- Kabut
Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap air di udara dan brtanda cuaca akan selalu baik.Cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarin ada hujan.Langit yang ditutupi awan kemudian meulai terang pada pagi hari bertanda cuaca baik.Apabila ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedang di gunung akan turun hujan.
2. Awan
Apabila langit diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan yang deras.
3. Matahari
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna bersih dan terang dan bertanda hari baik. Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, apabila warna merah dicampuri garis kekuning-kuningan bertanda hujan lebat.
Apabila matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda ada hujan, apabila dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan bertanda baik, warna merah pada matahari terbenam berarti akan ada angin yang cukup kencang.
4. Bintang
Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.
5. Bulan
Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun.
Apabila ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6. Binatang
Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka, antara lain :
1. Laba-laba
Akan bersembunyi bila cuaca akan buruk, dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik.
2. Semut
Akan tetap di dalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan tetap baik.
3. Lebah
Dengan melihat sarangnya; pada cuaca baik, mereka berterbangan jauh dari sarangnya/peternakan.
4. Lalat
Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan kian kemari.
5. Nyamuk
Apabila di pagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita, maka berarti akan turun hujan.
Apabila pada matahari terbenam berterbangan kian kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang di tempat yang gelap/ di dalam bayang/bayang bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.
6. Cacing
Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan turun hujan.
7. Lintah
Kita dapat membuat barometer dari seekor lintah yang ditaruh dalam gelas berisi air, yaitu : Bila lintah melekat pada gelas di atas permukaan air, maka bertanda cuaca akan tetap membaik ; Apabila ia berdiam di dasar gelas bertanda cuaca buruk dalam waktu yang lama ; apabila akan datangtopan maka ia akan melekat erat-erat di gelas sedang ekornya digerak-gerakkan sekeras-kerasnya.
8. Siput
Pada cuaca yang baik akan merayap dengan tenang, sedang pada cuaca buruk akan merayap dengan cepat.
9. Ikan
Akan melompat-lompat di atas air bila cuaca akan buruk.
9. Katak
Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik mereka akan duduk di tepi kolam.
Apabila pada malam hari cuacanya baik di musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.
10. Ayam
Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan. Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.
11. Bebek / Angsa
Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.
12. Burung Kepinis
Pada waktu cuaca baik mereka akan terbang tinggi sekali karena serangga tinggi pula terbangnya.
Apabila terbang rendah sekali bertanda cuaca buruk akan hujan.
Bila cuaca buruk di pagi hari maka mereka tidak akan keluar dari sarangnya.
13. Kambing
Apabila akan turun hujan bau badannya dapat tercium dari jarak yang lebih jauh daripada ketika cuaca baik.
14. Kelelawar
Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari itu.
Bila mereka berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.
15. Asap
Bila asap naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan tetap baik. Apabila asap naiknya mendatar dengan tanah/rendah maka cuaca akan buruk.Burung
16. Gagak
Apabila hujan akan turun mereka akan terbang berputar-putar di atas sarangnya.
Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk :
1. Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
2. Bila anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulangnya.
3. Burung-burung membasahi bulunya dengan paruhnya.
4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung laut terbang menuju daratan.
Dengan mengenali tanda tanda alam dan sekitar kita, akan terasa jadi lebih dekat dan nyaman sekaligus menikmati alam ciptaan Tuhan . Semoga bermanfaat di suatu hari nanti.
Sumber : http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=230&#.VILZCkdXerV
Selasa, 04 November 2014
Macam - Macam Kopi yang KU Minum
COBA DULU, BIAR TAU
Rabu, 19 Maret 2014
Rabu, 12 Maret 2014
Senin, 10 Maret 2014
Kambing Piatu
Kamis, 04 Juli 2013
Aku Malu Pada Ramadhan
Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Aku Malu Pada Ramadhan
Ramadhan datang dan Rasullulah bersukacita karena pada bulan ini seluruh berkah turun ke bumi bagai hujan yang tak kenal henti. Bahkan tidur pada bulan ini pun mendapatkan berkah. Ramadhan adalah bulan ceria karena malaikat-malaikat turun ke bumi dan memberikan doa kesejahteraan dan kedamaian “salamun hiya hatta mathla’il fajar”
Tetapi aneh, Kita tak bisa langsung menemukan sukacita itu. Hal pertama yang terasa ketika Ramadhan datang adalah rasa malu. Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang kesekian kali, tahun lalu pun kita mengalami Ramadhan dan saat itu kita sudah tahu bahwa Ramadhan adalah bulan training. Puasa diantaranya, dilakukan agar kita dapat melatih diri, hidup dengan mengendalikan hawa nafsu.
Tetapi setelah satu bulan Ramadhan tahun lalu, kita tak pernah memahami kata syawwal. Syawwal berarti “bertumbuh” atau “bertambah”. Bila syawwal berarti “bertumbuh”, berarti Ramadhan adalah saat menanam, sebulan penuh kita menanam dan menata seluruh perilaku sesuai dengan kehendak dan aturan Allah. Bila syawwal berarti “bertambah”, berarti Ramadhan adalah saat menabung modal.
Melalui Ramadhan, kesadaran kita diisi dengan nikmatnya beribadah secara berjamaah, sekeluarga, dan sekampung halaman. Namun setelah syawwal datang, pada tahun lalu, pertumbuhan dan pertambahan itu kita lupakan, kita lebih tertarik untuk mengenakan baju baru, makanan segar di pagi hari, dan kembali membicarakan orang.
Kita malu Ya Ramadhan. Hati ini tidak persis seperti sebuah cermin, yang di usap debunya selama Ramadhan dan menerima kebeningan pada bulan-bulan lainnya. Hati ini persis sebuah bendungan yang menahan gejolak nafsu sebulan penuh, lalu jebol pada tanggal 1 Syawwal.
Namun, diam-diam ada juga rasa sukacita mungkin dengan kadar yang lebih rendah dari sukacitanya panutan kita Nabi Muhammad SAW. Sukacita itu berasal dari kesempatan yang diberikan Allah, kesempatan untuk ikut kembali training agung ini. Terima kasih Allah, engkau Guru yang Maha Guru. Kalau lah Engkau guru biasa, tentu sudah lama Engkau memarkir hamba dari training tahun ini.
Seorang murid yang terus-menerus tidak lulus dan membandel biasanya akan diskors atau dianggap tidak layak mengikuti program. Namun Engkau, Mahaguruku, begitu Kasih dan Pengampun pada murid yang Bengal sekalipun Engkau masih tawarkan training agung ini, sekali lagi! Subhannallah, alasan apa lagikah bagi kami untuk tidak mensyukuri kehendak-Mu!, saat menyadari rasa sukacita ini, saya melonjak-lonjak ketika mendengar seruan Hai Orang yang beriman diwajibkan atas kamu Berpuasa.. “Ya..saya mau beriman, saya mau berpuasa, saya mau dibasuh agar menjadi tawakal!” Saya melonjak-lonjak seperti seorang anak kecil yang diberi hadiahi oleh gurunya.
Tidak terasa, Ramadhan akan kembali menyapa. Bulan agung yang penuh berkah itu tak pernah jemu datang berkunjung. Penghulu segenap bulan yang sarat dengan cinta itu tak pernah letih menebar kasih. Bulan utama pemutih noda itu tak pernah lelah mengalirkan maghfirah. Dalam bulan dengan berjuta pahala itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu oleh Sang Maha Pencinta.
Oleh : Bambang Qomaruzzam
Wassalaamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh
![]()
Tiada Kata Seindah dzikir
Tiada Hari Seindah Hari Ramadhan
Untuk itu ijinkan kedua tangan bersimpuh MAAF
UNTUK linsan yang tak terjaga, janji yang terabaikan, hati yang berprasangka & semua sikap yang pernah menyakitkan baik lisan maupun tulisan.
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN, SELAMAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN dan MENUNAIKAN ibadah puasa.



































